analisapekerjaan-beton-saluran 1/1 Downloaded from May 29, 2022 by guest Analisa Pekerjaan Beton Saluran If you ally infatuation such a referred Analisa Pekerjaan Beton Saluran ebook that will come up with the money for you worth, acquire the totally best seller from us currently from several preferred authors. ANALISAPEKERJAAN BORED PILE DAN KEBUTUHAN PENULANGAN 1,2 3 8 10 0,070 0,100 0,200 0,016 0,013 0,075 1,58 1,04 b. Perhitungan kebutuhan besi tulangan spiral (2 x tebal selimut beton) = 1,2 – (2 x 0,075) = 1,05 m . 8 L = n Γ— keliling = (8000/100) Γ— (3,14(1,2 ΜΆ (2 ΜΆ UraianPekerjaan Satuan 7 Beton B.0 (untuk lantai kerja) mΒ³ 139,40 8 Beton K.225 mΒ³ 23,79 9 Beton K.175 mΒ³ 131,77 10 Pembesian Kg 1.110,70 Plesteran tebal 15 mm dng 1 Pc : 3 Pasir Analisa : AHSP Permen PUPR. P.04.e Satuan : m2 Harga Satuan : Rp. - 1 4 5 6 I UPAH II BAHAN 1, Pasir pasang 0,0230 2, PC (50 kg) 0,1555 I TOTAL MetodePelaksanaan Pekerjaan Bekisting. Berikut ini akan kami jabarkan bagaimana tahapan dan proses metode pelaksanaan pembuatan bekisting dengan mudah, cepat dan aman. 1. Tentukan Ukuran Bekisting. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu menyiapkan bahannya anda bisa menggunakan Dimensi penampang kolom yang dibuat dengan ukuran beragam. ANALISAHARGA SATUAN. NO JENIS PEKERJAAN KOEFIIEN HARGA SATUAN JUMLAH PARTISI GYSUM Gypsum Rangka + Hollow Gypsum 9 mm 0.35 60,000 Analisa Harga Satuan Pasangan Dinding Bata Ringan - Rumah Material.. harga satuan pekerjaan didapatkan dengan menghitung sendiri berdasarkan dari nilai produktifitas yang didapat. dinding, partisi tahun2008. analisa harga pekerjaan tiang pancang. rizaldy berbagi data rks pemancangan tiang pancang free. analisa pekerjaan pondasi Γ’β‚¬β€œ analisa harga satuan. analisis produktivitas pemancangan tiang pancang dengan. analisa hrga satuan bina marga. prebor preboring tiang pancang. analisa harga satuan pekerjaan konstruksi ahs sni. LINGKUPPEKERJAAN Pek Pendahuluan 1 ANALISA ALAT BERAT Jenis alat PC 75' 'analisa box culvert menghancurkan peralatan june 11th, 2018 - analisa pekerjaan Rp Harga Satuan Pekerjaan Pekerjaan Box Culvert Beton Bertulang Precast Daftar Analisa Satuan Pekerjaan Tahun Anggaran 2010''BOX CULVERT BETON PRACETAK BETONPRACETAK73 JUNE 17TH, 2018 AG7fIjg. RumahCom – Dak beton adalah komponen konstruksi beton atau panel lantai yang terbuat dari cor beton. Dalam proses pembangunan hunian, dak beton berfungsi untuk membatasi lantai, membelah bangunan bertingkat secara horizontal dan menambah lantai. Untuk membangun dak beton dibutuhkan cor beton atau beton cair siap guna. Sampai sini Anda tentu penasaran berapa material yang dibutuhkan dan bagaimana cara menghitung cor beton per m3? Melalui artikel ini, berikut poin-poin pembahasan seputar cor beton yang akan Anda dapatkan Cara Menghitung Cor Beton per m3Perhitungan Biaya Membangun Dak BetonTips Membuat Cor Beton yang Baik 3 Cara Menghitung Luas Bangunan Tepat dan MudahTemukan cara menghitung luas bangunan yang mudah di sini! Cara Menghitung Cor Beton per m3 Sebagian pekerja konstruksi memilih membuat adonan manual dengan alasan lebih presisi. Foto iStock – Chaiyaporn144 Takaran cor beton yang tepat sangat penting agar hasil struktur bangunan bisa kuat, kokoh, dan tahan lama. Untuk memudahkan, saat ini telah tersedia campuran cor beton jadi siap pakai yang praktis dan cukup ditambahkan air. Namun sebagian pekerja konstruksi memilih membuat adonan manual dengan alasan lebih presisi. Adapun untuk menghasilkan campuran beton yang kuat Anda bisa mengikuti takaran bahan campuran berikut Semen 11%Batu Koral – Agregat Split 41%Pasir Kasar 26%Air 16% Selain cara di atas, jika ingin mengubah persentase takarannya, gunakan metode perbandingan 123 dimana 1 semen 2 pasir 3 koral. Lebih lanjut, sebelum menghitung biaya cor beton, Anda harus memperhitungkan rincian kebutuhan bahan bangunannya dengan cara berikut 1. Cara Hitung Kebutuhan Dak Beton Contoh penggambaran kali ini Anda akan mengecor dak beton berukuran 6 x 13 meter, ketebalan dak 12 cm menggunakan besi 10 mm dengan jarak cincin/begel 20 cm. Untuk cara menghitungnya Beton 6 m x 13 m x 0,12 m ketebalan dak = 9,36 m3Campuran semen pasir kerikil 1/6 x 9,36 m3 Γ· 0,024 = 65 sakPasir 2/6 x 9,36 m3 = 3,12 m3Kerikil 3/6 x 9,36 m3 = 4,68 m3Besi d10 cm 130 batang 2. Cara Hitung Material Cor Dari perhitungan di atas, diasumsikan kebutuhan balok berukuran 15 x 30 cm dengan tulangan pokok 6 buah besi yang diameter masing-masing 10 mm dan besi begel d8-200 diameter 8 mm dan jarak pasang 20 cm. Maka perhitungan material cornya adalah Total panjang balok 6 bh x 6 m + 3 bh x 13 m = 75 mBeton 0,15 m x 0,30 m x 75 m = 2,7 m3Semen 1/6 x 2,7 m3/0,024 = 19 sakPasir 2/6 x 2,7 m3 = 0,9 m3Kerikil 3/6 x 2,7 m3 = 1,35 m3Beli tulangan pokok d10 kalikan 6 buah x 75 m = 450 m 38 batangBesi begel d8 panjang 1 begel = 0,8 mKebutuhan begel 300m/12m = 25 batang Nah, dari cara menghitung cor beton per m3 tadi, Anda akan mendapatkan total kebutuhan untuk dak lantai beton ukuran 6 x 13 meter sebesar Semen 65 sak + 19 sak = 84 3,12 m3 + 0,9 m3 = 4,02 4,68 m3 + 1,35 m3 = 6,03 d10 130 batang + 38 batang = 168 batangBesi d8 25 batang Dalam menghitung kebutuhan dak beton Anda harus seksama dan teliti, alih-alih hemat Anda bisa over bujet jika tidak cermat dalam menghitungnya. Nah, jika Anda sedang berencana mencari lahan kosong untuk bangun rumah. Bisa cek daftar tanah dijual di kawasan Pondok Cabe di bawah Rp1 miliar berikut ini! Perhitungan Biaya Membangun Dak Beton Hitung biaya material cor beton dengan teliti dan rinci. Foto iStock – Hocus Focus Pada poin sebelumnya Anda telah mendapatkan detail kebutuhan tiap material yang akan digunakan untuk cor beton. Sekarang Anda tinggal menghitung biaya yang harus dikeluarkan dengan contoh perkiraan harga berikut Jenis MaterialKebutuhanHarga SatuanBiayaKebutuhan84 sakHarga m3Harga m3Harga batangHarga batangHarga Dari tabel perhitungan di atas, total biaya yang harus Anda keluarkan untuk cor beton ukuran 6 x 13 meter dengan ketebalan dak 12 cm, besi 10 mm, dan jarak cincin 20 cm adalah Harga tersebut hanya untuk materialnya saja belum termasuk ongkos pekerja borongan. Tips material berkualitas agar hasil cor beton tahan lama. Tips Membuat Cor Beton yang Baik Gunakan tenaga ahli dalam membuat cor beton agar hasilnya presisi. Foto iStock – Mantosh Pekerjaan cor beton bukanlah hal yang mudah sehingga diperlukan tenaga ahli untuk mengerjakannya agar mendapat hasil memuaskan. Jika Anda tertarik untuk belajar bagaimana membuat cor beton yang baik, inilah beberapa tips yang harus diperhatikan Pertama, pelajari dengan benar teknik dan trik dasar membuat cor beton agar tidak mudah desain struktur cor beton harus benar dan tidak miringJangan ragu rogoh dana lebih dalam untuk menggunakan bahan material berkualitas demi hasil terbaikSegera bersihkan sisa cor beton yang tercecer sebelum mengeras dan sulit diangkat Demikianlah pembahasan lengkap mengenai cara menghitung cor beton per m3. Semoga proses pembangunan rumah Anda lancar ya. Tonton video berikut ini untuk mengetahui komponen rumus dalam PBB! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Home & Living Blog single post caption 1 Di artikel kali ini, kami akan membahas analisa beton K 175 dan cara menghitungnya. Beton dengan mutu K 175 merupakan salah satu jenis beton standar yang digunakan di Indonesia. Beton K 175 biasanya digunakan sebagai fondasi dari bangunan, misalnya untuk perumahan, gudang, dan pagar beton. Beton jenis ini juga dinilai mampu menahan beban hingga sebesar Mpa yang berarti beton ini cukup kuat untuk menahan bangunan bertingkat. Untuk yang ingin tahu lebih banyak tentang analisa beton K 175 dan cara membuatnya, simak penjelasannya di bawah ini. Apa Saja Keunggulan Beton K 175? Sebelum Anda mempelajari cara membuat beton K 175, mari analisa terlebih dahulu keunggulan beton jenis ini. 1. Cocok Untuk Menjadi Fondasi Bangunan Karena kekuatannya untuk menopang beban hingga sebesar Mpa atau setara dengan 2,000 kg per cm2. Dengan kekuatan tersebut, beton ini bisa menopang bangunan besar sekalipun di atasnya. 2. Keamanan Terjamin Beton K 175 juga sudah teruji keamanannya secara teknis dan sudah sesuai dengan standar SNI. Seperti yang termuat dalam SNI DT-91-0008-2017 tentang tata cara perhitungan satuan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 3. Tahan Terhadap Segala Kondisi Dengan kondisi geografi yang begitu beragam di Indonesia, beton ini cocok sekali digunakan. Beton K 175 dinilai mampu bertahan di segala kondisi, mulai dari cuaca ekstrem, tanah yang tidak rata, ataupun gempa sekalipun. 4. Fleksibel Teknik pembangunan fondasi memiliki banyak sekali jenis, seperti beton bertulang, jaring laba-laba, cakar ayam, dan masih banyak lagi. Dan beton yang satu ini bisa diaplikasikan terhadap teknik-teknik tersebut, sehingga akan mempermudah pembangunan konstruksi yang sedang dikerjakan. Baca Juga 10 Jenis Pondasi Rumah Populer yang Aman Digunakan Bagaiama Cara Membuat Beton K 175? Terdapat dua istilah mutu beton yang berlaku di Indonesia, yaitu mutu beton K dan Fc. Kali ini kita akan fokus pada mutu K saja di mana standar mutu beton K memiliki satuan kg/cm2 mengacu kepada Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 Mari kita lihat tabel kebutuhan komposisi beton menurut SNI sesuai dengan mutu K yang kita inginkan. Mutu Beton Semen kg Pasir kg Kerikil kg Air liter W/C ratio Mpa K 100 247 869 999 215 Mpa K 125 276 828 1012 215 Mpa K 150 299 799 1017 215 Mpa K 175 326 760 1029 215 Mpa K 200 352 731 1031 215 Mpa K 225 371 698 1047 215 Mpa K 250 384 692 1039 215 Mpa K 275 406 684 1026 215 Mpa K 300 413 681 1021 215 Mpa K 325 439 670 1006 215 Mpa K 350 448 667 1000 215 Jika Anda tidak bisa menimbang material pembuatan beton dengan pas, Anda juga bisa menggunakan adukan 1;2;3 untuk membuat beton K 175 atau 1 ember semen, 2 ember pasir, dan 3 ember kerikil. DENGAN CATATAN, ember yang digunakan harus berukuran sama, serta memakai air dengan kapasitas yang sama pula yaitu sebanyak volume ember. Untuk material pembuatan beton K 175, Anda bisa mendapatkan Decon Beton Instan dengan mudah di Klopmart. Tidak perlu mengantre, Anda bisa berbelanja kebutuhan konstruksi secara online dan barang yang dibeli akan langsung dikirimkan ke lokasi yang ditentukan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website resmi Klopmart. Semoga artikel tentang analisa beton K 175 dan cara menghitungnya ini dapat membantu. Atap & Lantai Mana yang Lebih Baik Paving Block vs Cor? Ini Penjelasannya Selengkapnya Cat dan Kimia Apa Itu Wall Cladding? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Harganya Selengkapnya Konstruksi Simak 10 Tips Bangun Rumah Hemat Biaya Selengkapnya - Pemasangan 1 M3 pondasi siklop NO URAIAN SATUAN KOEFISIEN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA A TENAGA Pekerja OH 3,4000 Tukang Batu OH 0,8500 Kepala Tukang OH 0,0850 Mandor OH 0,1700 JUMLAH HARGA TENAGA B BAHAN Batu belah M3 0,4800 Semen Portland Kg 194,0000 Pasir Beton M3 0,3120 Kerikil M3 0,4680 Besi beton Kg 126,0000 Kawat beton Kg 1,8000 JUMLAH HARGA BAHAN C ALAT - - - - - JUMLAH HARGA ALAT - D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10% x D F HARGA SATUAN PEKERJAAN D + E ======= ARTIKEL TERKAIT ======= Beton siklop yang menjadi salah satu bagian dari konstruksi yang memiliki banyak manfaat dan keunikan yang tersendiri jika dilihat dari pemilihan siklop atau sering Anda kenal dengan sebutan cyclop adalah salah satu yang akrab dalam dunia konstruksi. Beton jenis ini memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari campurannya yang unik yaitu perpaduan material beton dengan batu mangga batu kaliKekuatan Beton SiklopKonstruksi yang memakai Beton siklop memiliki kuat dibawah beton bertulang. Meskipun demikian, pemakaiannya akan lebih baik daripada konstruksi pasangan batu. Hal ini tak lain karena beton siklop mampu menahan tegangan tarik dan ini berbeda dengan konstruksi pasangan batu yang hanya mampu menahan gaya tekan saja. Namun, untuk menahan tegangan tarik akan sangat Beton SiklopBeton ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai konstruksi. Contohnya adalah Pembuatan bendunganKonstruksi jembatanDllUntuk menghasilkan beton cor terbaik dalam konstruksi di atas, maka dibutuhkan berbagai bahan dan material, seperti semen portland, pasir batu dan kerikil. Bahan juga termasuk batu dengan ukuran tertentu yang umumnya adalah 10 hingga 20 siklop juga dikenal dengan pondasi sumuran. Diameternya antara 60 hingga 80 cm. Pada pondasi ini dibutuhkan adukan beton yang banyak serta ukuran sloof yang besar. Beton ini termasuk salah satu beton tanpa Pembuatan Beton SiklopSalah satu material yang digunakan untuk pembuatan beton ini adalah batu. Jenis batu haruslah dipilih dati yang berkualitas, khususnya bagi yang menginginkan konstruksi awet dan tahan satu cirinya adalah batu keras, awet, bebas dari reta, serta tidak rusak karena pengaruh cuaca. Untuk hasil yang maksimal, maka batu haruslah bersudut runcing yang tidak terkontaminasi dengan bahan lain yang bisa menghambat pengikatan dengan beton. Untuk ukuran batu yang digunakan adalah tidak lebih dari 25 dengan Beton SiklopBeton siklop merupaan beton dengan campuran mutu beton fc’=15Mpa atau Anda juga bsia mengartikannya ke dalam istilah K175. Beton tanpa tulangan ini membutuhkan batu-batuan pecah dengan ukuran paling maksimum adalah 25 cm. Semua batuan diletakkan dengan hati-hati dan pemasangannya, Anda juga haus memperhatikan agar batuan tersebut tidak boleh jatuh apalagi jika konstruksinya di tempat yang tinggi. Hal ini dikarenakan Anda harus menghindari batuan dari kerusakan dan resiko merusak bentuk acuan atau pasangan beton lain yang letaknya batuan tersebut haruslah dibasahi terlebih dahulu sebelum ditempatkan. Untuk volumenya sendiri adalah sepertiga dari total voklume pekerjaan beton siklop. Sedangkan untuk konstruksi dinding penahan tanah serta pilar lebih tebal dari 60 konstruksi yang optimal hasilnya, maka setiap batuan ini haruslah dilindungi dengan adukan beton dengan tebal 15 cm. Sedangkan jarak antara batu pecah maksimum adalah 30 cm dengan jarak terhadap permukaan minimum adalah 15 cm. Pada permukaan bagian atas, harus dilindungi dengan beton penutup atau disebut pula dengan Beton siklop sama dengan beton lainnya. Uniknya adalah ukuran batu yang besar-besar seperti yang telah dijelaskan di atas. Sedangkan proporsi agregat yang lebih besar tidak boleh lebih dari 20%. Inilah yang membuat beton ini menjadi unik dan dimanfaatkan dalam siklop sendiri adalah salah satu bagian dari konstruksi dan dikenal dalam teknik sipil. Baik beton ini maupun beton lainnya memiliki manfaat yang berbeda. Jadi pemakaiannya harus didasarkan dengan konsultasi ahli agar tepat dalam pemakaiannya. ArticlePDF AvailableAbstractHasil analisa biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai sesuai dengan analisa pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didasarkan pada laporan harian proyek, estimasi pekerja dan alat yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan didapatkan Rp. Hasil perhitungan estimasi biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai dengan menggunakan metoda AHSP SNI 2016 menggunakan software Microsoft Excel didapatkan sebesar Selisih biaya total pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai kedua metode ini adalah sebesar Penggunaan estimasi biaya pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didapatkan hasil yang lebih rendah dari pada analisa AHSP SNI 2016. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 92 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang Berdasarkan BCWP dan AHSP SNI 2016 Proyek Pembangunan Aeon Mixed Use Apartemen 3 Sentul City Bogor 1Monika Natalia, 2Fauna Adibroto, 3Desmon Hamid, 4Mafriyal Muluk, 5Rahma Dinna 1, 2, 3, 4, 5 Program Studi Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang Email monikanatalia75 fauna_adibroto desmon_hamid mafriyalmuluk60 rahmadinna19 Abstrak Hasil analisa biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai sesuai dengan analisa pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didasarkan pada laporan harian proyek, estimasi pekerja dan alat yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan didapatkan Rp. Hasil perhitungan estimasi biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai dengan menggunakan metoda AHSP SNI 2016 menggunakan software Microsoft Excel didapatkan sebesar Selisih biaya total pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai kedua metode ini adalah sebesar Penggunaan estimasi biaya pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didapatkan hasil yang lebih rendah dari pada analisa AHSP SNI 2016. Kata Kunci estimasi biaya, RAB Rencana Anggaran Biaya, AHSP SNI 2016, Budgeted Cost of Work Performed, harga satuan, beton bertulang. Β©2019 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Abstract The results of the analysis of the cost of reinforced concrete work on columns, beams, and slabs are in accordance with the analysis of the contractor using the Budgeted Cost of Work Performed method based on the project's daily report, estimation of workers and equipment used in accordance with field conditions. -. The results of the calculation of the estimated cost of reinforced concrete work on columns, beams, and floor slabs using the 2016 SNI AHSP method using Microsoft Excel software were obtained at Rp.. -. The difference in the total cost of reinforced concrete work on the columns, beams, and floor slabs of these two methods is The use of contractor cost estimates using the Budgeted Cost of Work Performed method has lower results than the 2016 SNI AHSP analysis. Keywords estimated costs, RAB Cost Budget Plan, SNI AHSP 2016, Budgeted Cost of Work Performed, unit price, reinforced concrete. 1. PENDAHULUAN Pekerjaan beton bertulang merupakan faktor penentu dari pembangunan suatu proyek gedung, dimana pada pekerjaan beton bertulang tersebut memiliki volume pekerjaan yang besar diantara pekerjaan yang lain. Untuk itu, selaku kontraktor yang akan mengikuti tender dan sedang membuat dokumen penawaran harus lebih detail dalam menganalisa harga satuan pekerjaan. Sehingga hasil perhitungan analisa harga satuan pekerjaan didapatkan lebih efektif dan efisien dengan harga yang rendah. Permasalahan yang selama ini sering kali dilihat bahwa kontraktor membuat analisa harga satuan pekerjaan mendekati dengan analisa Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 93 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 harga satuan pekerjaan pada SNI dan membuatnya dengan menggunakan Microsoft excel. Padahal dengan Microsoft project kontraktor bisa mendapatkan hasil yang efektif dan efisien seperti yang diinginkan dan juga berguna bagi penyedia jasa konstruksi lainnya. Indeks biaya atau koefisien berpengaruh terhadap besarnya harga satuan pekerjaan konstruksi. Analisa biaya yang saat ini digunakan mengacu pada indeks Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP menurut SNI Standar Nasional Indonesia. Namun pada saat ini, kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan indeks biaya yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa menurut SNI. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan indeks biaya mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, walaupun tidak terlepas dari analisa SNI.. 2. TINJAUAN PUSTAKA ESTIMASI BIAYA Perkiraan biaya atau estimasi biaya adalah seni memperkirakan the art of approximating kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu itu Soeharto, 1997. RENCANA ANGGARAN BIAYA RAB Menurut Ibrahim 1993, yang dimaksud rencana anggaran biaya begrooting suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. ANALISA HARGA SATUAN Analisa harga satuan pekerjaan adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja, dan peralatan dengan harga bahan bangunan, standart pengupahan pekerja dan harga sewa/beli untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan konstruksi. Analisa harga satuan pekerjaan ini dipengaruhi oleh angka koefisien yang menunjukkan nilai satuan bahan/material, nilai satuan alat, dan nilai satuan upah tenaga kerja ataupun satuan pekerjaan yang dapat digunakan sebagai acuan/panduan untuk merencanakan suatu pekerjaan. BUDGETED COST OF WORK PERFORMED BCWP Budgeted Cost of Work Performed BCWP adalah jumlah nilai hasil pekerjaan yang telah diselesaikan untuk suatu pekerjaan dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan prestasi mingguan Luthan & Syafriandi, 2006. Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 94 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 BETON BERTULANG Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. SNI 03-2847-2002, Pasal Sifat utama dari baja tulangan, yaitu sangat kuat terhadap beban tarik maupun beban tekan. 3. METODOLOGI PENELITIAN Subjek penelitian ini adalah menganalisa harga satuan pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai pada proyek Aeon Mixed Use Project Phase II-Apartemen 3 Sentul City Bogor dengan menggunakan analisa pada proyek dan AHSP SNI 2016. Bagan alir kerja flowchart sebagai berikut. Identifikasi dan Pengumpulan Data Data - data yang diperoleh - Gambar proyek - RAB proyek - Daftar harga satuan pekerjaan - Software Microsoft Project - Literatur yang menunjang jurnal, text book, dll - Kurva S - Laporan harian & mingguan Analisa Software Microsoft Project Analisa Terhadap Harga satuan Bahan, Upah, dan Alat Analisa Terhadap - Unit Pekerjaan - Durasi Pekerjaan - Kapasitas Pekerjaan KOMPARASI - Bahan - Upah - Alat Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 95 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Pekerjaan Pembetonan Man Hour Pekerjaan Pembetonan Pekerjaan pembetonan kolom yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 14 Agustus 2018 dapat menghasilkan volume beton sebesar 0,48 mΒ³ dalam waktu 55 menit. Time Factor = 55 menit60 menit = 0,92 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1 mΒ³ volume beton pada tanggal 14 Agustus 2018 Man hour = 0,920,48 = 1,93 jam tenaga kerja/mΒ³ Dari hasil perhitungan hari pengamatan yang berikutnya kemudian dihitung nilai rata-ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man day untuk pekerjaann pembetonan kolom sebesar 1,62 jam tenaga kerja/mΒ³. Man Day Pekerjaan Pembetonan Besarnya koefisien man day untuk 1 mΒ³ volume beton dalam waktu 7 jam dalam 1 hari kerja untuk jenis tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut. Koefisien Man Day = Koefisien π‘€π‘Žπ‘› π»π‘œπ‘’π‘ŸJumlah jam kerja dalam 1 hari = 1,6237 jam = 0,232 Hasil perhitungan untuk tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 1, pembetonan balok pada tabel 2, dan pembetonan pelat lantai pada tabel 3. Tabel 1. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembetonan Balok Tabel 3. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembetonan Pelat Lantai Pekerjaan Pembesian Man Hour Pekerjaan Pembesian Pekerjaan pembesian yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 13 Agustus 2018 dapat menghasilkan 24,91 kg dalam waktu 50 menit. Jam tenaga kerja =50 menit60 menit Tabel 2. Koefisien Man Day tenaga kerja untuk pekerjaan pembetonan kolom Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 96 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 = 0,83 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1 kg volume besi kolom pada tanggal 13 Agustus 2018. man hour = 0,8324,91 = 0,033 jam tenaga kerja/kg Dari hasil perhitungan hari pengamatan berikutnya kemudian dihitung nilai rata-ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man hour untuk pekerjaan pembesian kolom sebesar 0,0337 jam tenaga kerja/kg. Man Day Pekerjaan Pembesian Besarnya koefisien man day untuk 1 kg volume besi dalam waktu 7 jam dalam 1 hari kerja untuk jenis tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut Koefisien Man Day =Koefisien Man HourJumlah jam kerja dalam 1 hari =0,03377 π‘—π‘Žπ‘š = 0,0048 Hasil koefisien tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 4, pembesian balok pada tabel 5, dan pembesian pelat lantai pada tabel 6. Tabel 4. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Kolom Tabel 5. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Balok Tabel 6. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Pelat Lantai Pekerjaan Pembekistingan Man Hour Pekerjaan Pembekistingan Pekerjaan pembekistingan yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 14 agustus 2018 dapat menghasilkan volume pembekistingan sebesar 1,40 mΒ² dalam waktu 55 menit. Jam tenaga kerja = 55 π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘‘60 π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘‘ = 0,92 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1mΒ² volume pembeskitingan pada tanggal 14 agustus 2018. Man hour = 0,920,70 = 1,31 jam tenaga kerja/mΒ² Dari hasil perhitungan hari pengamatan yang berikutnya kemudian dihitung nilai rata ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man day untuk pekerjaan pembekistingan kolom sebesar 1,26 jam tenaga kerja/mΒ². Man Day Pekerjaan Pembekistingan Besarnya koefisien man day untuk 1 mΒ² volume pembekistingan dalam waktu 7 jam Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 97 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 dalam I hari kerja untuk jam tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut. Koefisien man day = πΎπ‘œπ‘’π‘“π‘–π‘ π‘–π‘’π‘› π‘šπ‘Žπ‘› β„Žπ‘œπ‘’π‘Ÿπ½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘—π‘Žπ‘š π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š 1 β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– = 1,267 π‘—π‘Žπ‘š = 0,18 Hasil perhitungan untuk jenis tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 7, pembekistingan balok pada tabel 8, dan pembekistingan pelat lantai pada tabel 9. Tabel Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Kolom Tabel 8. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Balok Tabel 9 Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Pelat Lantai Perhitungan Analisa Biaya Menggunakan Metoda BCWP Pada analisa kebutuhan biaya dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed BCWP adapun tahapan-tahapan pengerjaannya sebagai berikut ini 1. Penyusunan jadwal pekerjaan 2. Menentukan kebutuhan harga satuan bahan 3. Menyusun kolom tenaga kerja resource 4. Memasukkan tenaga kerja resource 5. Menghitung biaya proyek Dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed BCWP didapat total biaya sebesar Perhitungan Analisa Biaya Berdasarkan AHSP SNI 2016 Menentukan Volume Pekerjaan Dari hasil perhitungan pada gambar detail pekerjaan maka akan didapat volume pekerjaan dapat dilihat pada tabel 13. Menentukan Harga Satuan Pekerjaan Untuk dapat melakukan penelitian dibutuhkan data AHSP SNI 2016 dibutuhkan volume pekerjaan masing-masing pekerjaan meliputi pembetonan, pembesian, dan pembeskitingan yang didapat dari perhitungan berdasarkan gambar detail proyek. Selain itu dibutuhkan juga data harga satuan pekerjaan yang Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 98 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 sesuai dengan AHSP SNI 2016. Seperti contoh pada tabel 12. Tabel 12. Harga Satuan Pekerjaan Pembetonan Kolom FC 35 Mpa Biaya Umum dan Keuntungan 15% x sub Jumlah I+II+III Jumlah Harga = I+II+III+IV Total Cost Setelah didapatkan volume pekerjaan dan daftar analisa harga satuan pekerjaan maka akan didapat jumlah harga seperti yang terlihat pada tabel 13. Tabel Rencana Anggaran Biaya Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 99 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Perbandingan estimasi biaya Dilihat dari beberapa bab sebelumnya tentang estimasi biaya dengan dua metode yaitu analisa pihak kontraktor dengan metoda BCWP dan AHSP SNI 2016 tampak beberapa perbedaan seperti kebutuhan bahan, tenaga kerja dan alat yang membedakan hasil perhitungan biaya dari kedua metoda tersebut pada tabel 14. Tabel Kebutuhan Biaya Kedua Metode Metode Analisa AHSP SNI 2016 Pembetonan Kolom FC 35' Mpa Pembetonan Balok FC' 35 Mpa Pembetonan Pelat lantai FC'35 Mpa Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 100 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Pembeskitingan Pelat Lantai Rasio Perbandingan Man Day Rasio perbandingan man day pekerjaan pembetonan Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 1 mΒ³ pekerjaan pembetonan berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 4. Berikut Rasio Perbandingan Man Day Pekerjaan Pembesian Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 10 kg pekerjaan pembesian berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 5. Berikut kolom aktual balok aktual pelat lantai AHSP SNI kolom Aktual balok Aktual pelat lantai AHSP SNI 2016MANDORTUKANGPEKERJAGambar 4. Koefisien Man Day untuk 1 mΒ³ pekerjaan pembetonan Gambar 5. Koefisien Man Day untuk 10 kg pekerjaan pembesian Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 101 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Rasio Perbandingan Man Day Pekerjaan Pembekistingan Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 1 mΒ² pekerjaan pembekistingan berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 6. Berikut Rasio Persentase Harga Satuan Pekerjaan Dari perbandingan harga satuan pekerjaan yang didapatkan, maka presentase perbandingan antara kondisi di lapangan dengan analisa AHSP SNI 2016 untuk pekerjaan kolom dapat ditentukan sebagai berikut. Rasio Perbandingan = AHSP Aktualβˆ’AHSP SNI 2016AHSP SNI 2016 x 100% = βˆ’ x 100% = -9,08% Hasil perhitungan rasio presentase harga satuan pekerjaan untuk masing masing pekerjaan pembetonan, pembesian, dan pembekistingan dapat dilihat pada tabel 16. Berikut. Tabel 16. Rasio persentase harga satuan pekerjaan aktual dan AHSP SNI 2016 Pembetonan Kolom FC' 45 Mpa Pembetonan Balok FC' 35 Mpa Pembetonan Pelat lantai FC'35 Mpa Pembeskitingan Pelat Lantai 5. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari hasil pengamatan kolom Aktual balok Aktual pelat lantai AHSP SNI 2016MANDORTUKANGPEKERJAGambar 6. Koefisien Man Day untuk 1 mΒ² pekerjaan pembekistingan Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 102 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 lapangan dan hasil analisa data dari AHSP SNI 2016, koefisien tenaga kerja dilapangan lebih kecil di bandingkan dengan koefisien tenaga kerja AHSP SNI 2016. Rasio perbandingan harga satuan pekerjaan di lapangan memiliki nilai lebih kecil dibandingkan dengan harga satuan pekerjaan AHSP SNI 2016. Setelah melakukan pengamatan di lapangan dan menganalisa data maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai penyempurnaan penelitian untuk menetapkan nilai koefisien satuan pekerjaan untuk item item pekerjaan yang sama dengan proyek yang berbeda. 2. Perlu dilakukan penyesuaian penggunaan nilai koefisien harga satuan pekerjaan yang tepat dalam menyusun rencana anggaran biaya sesuai dengan kondisi di lapangan. 3. Perlu dilakukan pengawasan yang ketat pada tenaga kerja saat jam kerja untuk mengurangi kegiatan non produktif seperti merokok atau istirahat saat jam kerja. 4. Perlu dilakukan update terhadap AHSP SNI 2016, karena dalam konstruksi sekarang pelaksana lebih banyak menggunakan metoda penggunaan bahan dan alat yang praktis dibandingkan konvensional yang tercantum pada AHSP SNI 2016. DAFTAR PUSTAKA Luthan, Putri Lynna dan Manajemen Konstruksi dengan Aplikasi Microsoft Offset. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 28/Prt/M/2016 Tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Rahman, Fahmi. 2018. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang pada pondasi berdasarkan analisa pada proyek dan Permen PUPR menggunakan software Microsoft project. Medan Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sumatera Utara. Soeharto, Iman. 1989. Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta Erlangga Sukamto, AuliaQur’anna. 2014. Analisa Perbandingan Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang Berdasarkan SNI dan Software Ms. Project. Malang Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Brawijaya. Wuryanti, Wahyu. 2010. Standardisasi Pedoman Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung. Banjarmasin Prosiding PPI Standarisasi. Yunita, A. M. 2013. Analisa Indeks Biaya untuk Pekerjaan Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode SNI 7394-2008 dan Lapangan Studi Kasus pada Proyek Pembangunan Asrama STIKES CHMK Tahap III.Kupang Universitas Nusa Cendana. ... Harga satuan pekerjaan menjadi yang dijabarkan dalam perkalian dengan harga bahan bangunan, upah pekerja dan harga sewa alat atau beli untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan tersebut [10]. ... Nicco PlamoniaMuhammad Rizki EfendiAzaria AndreasThis paper compares the energy efficiency of Solar Water Heater SWH and Electric Water Heater EWH in a household scale using Life Cycle Cost LCC. The study aims to evaluate the economic viability and environmental impact of both systems. The research methodology includes data collection, analysis, and comparison of the two systems using LCC. The results show that SWH is more cost-effective and environmentally friendly than EWH, as it has a lower LCC and emits fewer greenhouse gases. The findings suggest that SWH is a better option for households looking for a sustainable and efficient water heating system. The paper concludes by highlighting the importance of considering the LCC and environmental impact when making energy-related decisions.... Untuk itu diperlukan pedoman dasar perhitungan harga satuan yaitu analisa biaya dalam proyek konstruksi yang sering disebut dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP [14] [15]. ...Delvina LuoJody Martin GintingAmanatullah SavitriIn the construction project, construction management is needed in order to get results that are in accordance with the objectives of the development. One of the elements of project management is cost management. Poor cost management can lead to cost overruns or over budgets to the detriment of project owners and contractors. One of the methods that can be used in preparing the project cost budget is the SNI calculation and the contractor's calculation. The purpose of this study was to determine the comparison of the budget plan using the SNI method and the contractor's calculation. The research was conducted by collecting data on the Central Raya Tiban housing development project. Furthermore, an analysis using the SNI and contractor is carried out and compares the results of the calculations of the two methods. The results of the study obtained that the estimated cost budget plan from the calculation of the contractor was Rp. 283,827,332, while the results with the SNI were Rp. 330,333,371. From these data, it can be seen that the contractor's calculation is more optimal when compared to the calculation of SNI with a difference of Rp. 46,506,039 or of the total value of the estimated cost budget based on the SNI calculation method. This can be used as a reference in preparing a cost budget in order to reduce development or project costs so that they become optimal and in accordance with the wishes of the project has not been able to resolve any references for this publication.

analisa pekerjaan beton 1 2 3